Hukum

Polisi Tetapkan Ketum PA 212 jadi Tersangka Kasus Pelanggaran Pemilu

Ketua Umum PA 212 Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Pelanggaran Pemilu

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan status tersangka itu terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu.

“Kami panggil (Slamet Ma’arif) sebagai tersangka kasus pidana pemilu,” kata Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo, Senin (11/2).

Dalam surat panggilan yang beredar di media sosial, Slamet Ma’arif diminta untuk menghadap penyidik di Posko Gakkumdu Polres Surakarta pada Rabu tanggal 13 Februari 2019 pukul 10.00 WIB nanti. Di surat itu, Slamet juga sudah menyandang status tersangka.

Sebelumnya, pada 1 Februari, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma, mendatangi Polresta Surakarta membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo.

Adapun poin-poin yang ia laporkan ialah berdasarkan hasil klarifikasi pelapor, yakni Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Surakarta, Her Suprabu dan terlapor, yakni Slamet Ma’arif. Selain itu terdapat saksi-saksi yang diperiksa, termasuk saksi ahli.

“Bawaslu sebagai pelapor meneruskan hasil kajian. Kita ada bukti-bukti. Yang dilaporkan ada 13 poin,” kata Poppy di Mapolresta Surakarta, Jumat (1/2).

Dasar penetapan tersangka adalah Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan tindak pidana pemilu itu dilakukan Slamet dalam acara Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni 212 di Solo Raya, Surakarta, pada 13 Januari 2019 lalu. Saat itu, Slamet berorasi pada saat acara ceramah tersebut.

Dalam ceramahnya, Slamet menyinggung soal 2019 Ganti Presiden. “Pencekalan di mana-mana, dari bandara, terminal, stasiun. Kita ngaji ada yang panik, tablig akbar panik, takut ada pengajian akbar,” kata Slamet kepada para jemaah yang hadir di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu, 13 Januari 2019.

Meski banyak pelarangan, Slamet meminta agar jemaah tidak takut. “Kita tidak takut. Semakin teguhkan hati perjuangan agar 2019 ganti presiden!” kata Slamet kepada jemaah yang disambut teriakan “Prabowo”.

Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin pun kemudian menganggap orasi yang diucapkan Slamet bermuatan kampanye. Alhasil, tim TKD Jokowi – Ma’ruf Amin melaporkan Slamet ke Badan Pengawas Pemilu (Bawsalu) Solo pada 17 Januari 2019.han Umum.