Hukum

Ketua PA 212 Tersangka, BPN Siap Membela

Dahnil Anzar Simanjuntak (Lamhot Aritonang/detikcom)

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersebut dilakukan karena Ma’arif dinilai telah melakukan pelanggaran pemilu dengan curi start kampanye.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Habiburokhman menegaskan pihaknya akan membela Slamet habis-habisan untuk terlepas dari kasus ini.

“Kami pastikan tidak akan biarkan Ustaz Slamet sendirian menghadapi masalah ini. Kami akan fight habis-habisan menempuh langkah hukum agar beliau bisa terlepas dari masalah hukum ini,” tegasnya, Senin (11/2).

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Ketum PA 212 jadi Tersangka Kasus Pelanggaran Pemilu

Habiburokhman menganggap, penetapan tersangka terhadap Slamet adalah sebuah kejanggalan.

“Penetapan (tersangka) Ustaz Slamet juga janggal karena beliau dituduh kampanye padahal tidak mengajak memilih serta tidak menyampaikan visi misi program dan citra diri peserta pemilu,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, dibandingkan dengan kasus-kasus serupa dirinya merasakan ada standar ganda di kasus Slamet Ma’arif. Dia khawatir penetapan tersangka ini malah menimbulkan persepsi di mata masyarakat, kasus ini bernuansa politis.

“Kami khawatir timbul persepsi di masyarakat jika ada desain gerakan khusus untuk menghambat paslon 02 dengan menjerat pendukung 02 secara hukum,” ucapnya.

Kordinatoor Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak juga memastikan akan mendampingi Slamet untuk menyelesikan kasus tersebut.

“Tim hukum BPN akan mendampingi Beliau secara penuh,” katanya, Senin (11/2).

Dahnil belum mau menjelaskan lebih jauh soal pendampingan yang akan diberikan kepada Slamet. Dirinya juga belum memberikan tanggapan soal kasus tersebut.

BACA JUGA: Usai Divonis, Pengacara Sebut Ahmad Dhani Kini Lebih Filosofis dan Bijak

Penetapan status tersangka itu dibenarkan oleh Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo.

“Betul kami panggil (Slamet Ma’arif) sebagai tersangka kasus pidana pemilu,” tuturnya, Senin (11/2).

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif, ditetapkan tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersangka itu terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu.

Dalam ceramahnya, Slamet menyinggung soal 2019 Ganti Presiden. “Pencekalan di mana-mana, dari bandara, terminal, stasiun. Kita ngaji ada yang panik, tablig akbar panik, takut ada pengajian akbar,” kata Slamet kepada para jemaah yang hadir di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu, (13/02/2019).

Meski banyak pelarangan, Slamet meminta agar jemaah tidak takut. “Kita tidak takut. Semakin teguhkan hati perjuangan agar 2019 ganti presiden!” kata Slamet kepada jemaah yang disambut teriakan “Prabowo”.

Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin pun kemudian menganggap orasi yang diucapkan Slamet bermuatan kampanye. Alhasil, tim TKD Jokowi – Ma’ruf Amin melaporkan Slamet ke Badan Pengawas Pemilu (Bawsalu) Solo pada 17 Januari 2019.

Bawaslu Solo kemudian memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Bawaslu Solo juga sempat memanggil Ma’arif untuk dimintai keterangan terkait ceramahnya dalam Tabligh Akbar tersebut.

Selanjutnya, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma, membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tabligh Akbar ke Polresta Surakarta.