Pernikahan

Fahri pun Kritik Acara Pernikahan Putri Jokowi

Jokowi gelar acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta yang digelar Presiden Joko Widodo untuk pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Fahri menilai Jokowi tidak konsisten dengan aturan yang dibuatnya sendiri karena jumlah undangan yang disebar dalam acara ini mencapai lebih dari seribu.

“Dulu katanya nggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih, gitu loh,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Menurut Fahri, pesta tersebut terkesan terlalu mewah. Ia pun menyarankan agar lebih baik pesta dilangsungkan dengan sederhana dan cukup mengumumkannya lewat media sosial saja.

Fahri Hamzah

“Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana sajalah. Sederhanalah, bikin pesta kecil di rumah, (undang) teman-teman. Sekarang kan ada Twitter, ada vlog, pakai itu ajalah. ‘Anak gua lagi kawin nih’,” ujar Fahri.

“Itu asyik aja. Make it fun, gitu loh. Bikin asyiklah yang begini-begini,” imbuh dia.

Posted by Jurnal Indonesia on Monday, 6 November 2017

Menurut Fahri, pesta pernikahan memang sebaiknya sederhana. Pesta pernikahan, kata Fahri, hanyalah sesi mengumumkan bahwa sejoli telah jadi muhrim agar tak menjadi fitnah di kemudian hari.

“Sunah itu kan syiarnya memberi tahu orang bahwa kita sudah ada menikah. Supaya, kalau anak kita nanti jalan berdua sama orang gitu kan (disebut) bukan muhrim, kita bilang dia udah nikah, nggak apa-apa dia jalan. Pengumumannya di Twitter aja. Ya… atau vlog, kan bagus. Asyik kan zaman sekarang,” terang Fahri.